Tandangan PETISI

Image Sidebar 300x200-01

ditandatangani lebih dari

75.600

dengan menandatangani petisi ini kamu telah

awasomnibuslaw.org

Waspadai Terus Omnibus Law
AYO BERSUARA SEKARANG!
KIRIM TWEET
Suarakan Aksimu!
DPR RI Segera Hentikan Pembahasan Omnibus Law dan Rencana Obral Tanah Air Indonesia
TANDATANGAN PETISI

Kajian Sektor Perempuan dan Kelompok Rentan Terdiskriminasi

Omnibus Law berwatak patriarki. Bagi perempuan, pemiskinan dan pelonggaran hak buruh akan membuat perempuan menjadi pihak yang paling dirugikan. Sistem pengupahan berdasarkan satuan waktu dalam RUU Cipta Kerja akan menghilangkan akses terhadap cuti haid, melahirkan, keguguran, dan kesempatan menyusui di tempat kerja. Menguatnya relasi kuasa antara buruh dan pengusaha dalam RUU Cipta Kerja menyebabkan pekerja perempuan semakin rentan menjadi korban pelecehan seksual, kekerasan seksual, dan kekerasan fisik. Di sisi lain, perampasan lahan dan bencana ekologis sebagai ujung dari RUU Cipta Kerja juga memiskinkan perempuan, menjajah kedaulatan perempuan atas pangan, dan menguatkan ketidakadilan gender.

Perempuan dan kelompok minoritas dan rentan yang terpaksa mengungsi atau terusir dari tempat tinggalnya akibat perampasan lahan atau bencana ekologis rentan mengalami pelecehan seksual, kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan persekusi.

Berikut kajian-kajian terkait dampak RUU Cipta Kerja terhadap Perempuan dan Kelompok Minoritas Rentan:

  • GEBRAK (2020) Penuhi Kewajiban Perlindungan dan Peningkatan Kesejahteraan, Hentikan Pembahasan Omnibus Law (hlm. 22-25) [UNDUH DISINI]
  • GERAK Perempuan (2020) Menolak Omnibus Law Seluruhnya [UNDUH DISINI]
  • Solidaritas Perempuan (2020) Kertas Posisi RUU Cipta Kerja [UNDUH DISINI]

Sebarkan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on google
Google+

SUARAKAN AKSIMU!

Ikuti terus perkembangan terbaru atas Omnibus Law di Indonesia

Simak Lebih Lengkap