Tandangan PETISI

Image Sidebar 300x200-01

ditandatangani lebih dari

75.600

dengan menandatangani petisi ini kamu telah

awasomnibuslaw.org

Waspadai Terus Omnibus Law
AYO BERSUARA SEKARANG!
KIRIM TWEET
Suarakan Aksimu!
DPR RI Segera Hentikan Pembahasan Omnibus Law dan Rencana Obral Tanah Air Indonesia
TANDATANGAN PETISI

Galang Persatuan Rakyat Tertindas : Tolak RUU Omnibus Law dan Semua Undang-undang Anti Demokrasi, Anti Rakyat !!!

SALAM DEMOKRASI  NASIONAL!!

Rejim Jokowi-MA terus menunjukkan loyalitas pengabdiannya kepada kapitalis monopoli Internasional (Imperialis) dengan memberikan pelayanan maksimal melalui lahirnya berbagai kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang memberikan super kemudahan dan fleksibiltas dalam segala hal untuk mengeksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) dan tenagakerja (buruh) Indonesia dalam meraup keuntungan (super provitnya), serta terus menambah beban derita bagi rakyat, yang terbaru adalah melalui Omnibus Law Cipta Tenaga Kerja.

Adanya regulasi untuk memudahkan semua perizinan, memfasilitasi kemudahan atas pembebasan lahan juga pembukaan kawasan hutan untuk pembangunan perkebunan, kawasan ekonomi khusus ataupun pembangunan infrastruktur. Sejatinya adalah dikte dari kapitaslisme monopoli internasional melaui IMF dan Word Bank di bawah pimpinan Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, mereka juga menginginkan adanya regulasi baru terkait perburuhan yang mengatur tenaga kerja fleksible tanpa kepastian kerja, fleksibilitas upah untuk memastikan upah murah, dan fleksibilitas dalam pemutusan hubungan kerja.  Sesuai dengan dokumen Bank dunia, Word development report 2019 : The Changing nature of work. Sehingga tidaklah heran lembaga inilah yang pertamakali memberikan apresiasi atas RUU Omnimbus law.

Omnibus Law Cipta  Kerja adalah konsep pembuatan undang-undang dengan penyatuan dan penyerderhanaan berbagai undang-undang setidaknya akan mengakomodasi 82 UU yang terdiri dari 1.194 pasal terkait investasi. Omnibus Law RUU Cipta kerja menjadi Program Legislasi Nasional Super Prioritas 2020 untuk dibahas dan disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).

Omnibus Law bukan sekedar eksploitasi terhadap buruh, tetapi eksploitasi terhadap mahluk hidup dan sumber daya alam (SDA) Indonesia, yang diperuntukan keuntungan bagi segelintir orang (pemodal) asing.

Sejatinya RUU ini adalah untuk semakin memasifkan perampasan tanah bagi kaum tani, memerosotkan hasil produksi kaum tani dengan memprioritaskan impor produk pertanian, memerosotkan penghidupan klas buruh dengan kebijakan upah murah, tanpa kepastian kerja dan jaminan pekerjaan, dan menghapuskan hak normatif buruh (cuti haid, melahirkan, pesangon dan insentif kerja lainnya).

Dengan demikian RUU ini juga akan berakibat pada membanjirnya gelombang pengangguran dan cadangan tenaga kerja murah akibat semakin masifnya perampasan tanah, semakin masifnya PHK dan semakin masifnya tenaga kerja kontrak atau pekerja waktu tertentu. Sehingga merampas hak dari pemuda untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, untuk  pendidikan yang ilmiah. Aturan ini hanya akan memperburuk nasib dari pemuda dan mahasiswa dengan masa depan yang suram tanpa kepastian untuk mendapatkan pekerjaan. Terlebih pemuda tani yang hanya akan selamanya jadi mimpi untuk bisa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Disisi lain pengusaha dan tuan tanah diberikan subsidi listrik, rakyat dihapuskan subsidinya, pengusaha mendapat pengampunan pajak melalui tax allowed dan tax hollyday, buruh dinaikan pajak penghasilannya melalui PPH21 terlebih lagi terhadap buruh perempuan, pengusaha tidak ada tanggungan terhadap lingkungan sekitar, buruh dipaksa menanggung BPJS Kesehatan PBI rakyat Indonesia.

RUU Omnimbus Law Cipta Tenaga Kerja disusun dengan cara yang tidak demokratis, tanpa pelibatan dari Rakyat, organisasi buruh, tani ataupun organisasi pemuda yang  menjadi objek dari RUU tersebut. Sebaliknya RUU ini hanya melibatkan satgas yang isinya adalah asosiasi pengusaha, pengusaha dan pemerintah.

RUU ini juga dibuat diatas teror,  provokasi untuk memecah belah rakyat dan intimidasi terhadap organisasi yang mengkrtisi RUU tersebut, seperti yang dialami oleh Serikat Buruh KASBI.

Selain itu, jokowi juga mengintruksikan kepolisian, BIN juga kejaksaan untuk melakukan melakukan pendekatan terhadap organisasi-organisasi Rakyat yang menolak RUU Omnimbus Law.

 

Bagaimana  dampak dari UU Omnimbus law terhadap Rakyat di Ciayumajakuning ?

Wilayah Ciayumajakuning, adalah salah satu wilayah yang menjadi sasaran pembangunan proyek strategis nasional di Jawa Barat. Pembangunan infrastuktur terkonektifitas seperti jalan tol, bandara kertajati,  pelabuhan patimban dan perluasan Pembangunan pembangkit PLTU Batu bara Cirebon dan indramayu yang sangat banyak merampas tanah kaum tani, menghancurkan sumber penghidupan nelayan dan merusak lingkungan.

Dengan adanya UU Omnimbus law Cipta Tenaga Kerja, pembangunan tersebut akan semakin masif, akan mendapatkan perizinan yang semakin di permudah tanpa memperhatikan dampak lingkungan,  penyesuaian rencana tata ruang dan bebas dari aturan pemerintah daerah yang dianggap masih menghambat karena akan dianulir pemerintah pusat.

Sebaliknya, pembangunan ini sepenuhnya akan diabdikan untuk investasi perusahaan besar.  Seperti Rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus Segitiga Rebana, pembnagunan kawasan industri di Cirebon timur jaga rencana ekplorasi energi panas bumi di Ciremai.

Sedangkan rakyat diwilayah ini hanya akan menjadi buruh kontrak dengan upah murah, tanpa kepastian status kerja dan bahkan hanya mengisi daftar antrian pengangguran.

Kita meyakini bahwa semua masalah yang dihadapi kaum buruh dan rakyat Indonesia saat ini akan dapat di atasi jika dijalankannya Land Reform Sejati & Industrialisasi Nasional. Karena Land reform sejati menjadi pondasi dasar untuk melenyapkan sistem pertanian terbelakang dan monopoli sumber kekayaan alam oleh imperialis dan kaki tangannya, sehingga memiliki cadangan untuk membangun industri nasional yang mandiri dan ketersediaan pangan yang memadai bagi rakyat.

Industrialisasi nasional yang dibangun tanpa harus bergantung pada investasi asing, bahan baku impor dan pasar ekspor. Ini akan menjadikan Indonesia memiliki cadangan modal yang berlimpah untuk dapat membangun kemandirian bangsa dan kesejahteraan bagi rakyat. Upah akan sesuai dengan tingkat kebutuhan hidup buruh dan keluarga, ketersediaan lapangan kerjan akan dibuka seluas mungkin dan juga jaminan kepastian kerja. Seluruh aspek mengenai kepentingan umum (pendidikan, kesehatan, perumahan, jaminan sosial) sepenuhnya menjadi tanggungan Negara.

Untuk itu menilai bahwa bagi klas buruh, Omnibus Law hanya akan membuat posisi buruh semakin rentan dalam mendapatkan perlindungan atas kepastian kerja, waktu kerja, Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan upah murah serta memberikan peluang bagi pengusaha untuk dapat lepas dari jeratan hukum pidana.

Maka atas nama keadilan, atas situasi nasional, atas pemerintahan rezim Jokowi-MA yang terus mengeluarkan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang merugikan rakyat dan menindas kaum buruh, terus memberikan pelayanan terbaik dan kemudahan investasi kepada borjuasi komperador dan tuan tanah sebagai agen kapitalis asing di dalam negeri, Aliansi Rakyat   Tolak RUU Omnimbus Law Ciptaker Cilaka, menyatakan sikap :

  • Menolak Omnibus Law Cipta Tenaga Kerja yang sejatinya hanya memberikan pelayanan kepada borjuasi komperador dan tuan tanah sebagai agen kapitalis asing di dalam negeri untuk menjalankan ekspor capital serta menjadikan Indonesia menjadi negeri yang terus tergantung dan dipaksa mengemis dengan utang dan investasi.
  • Menuntut kepada pemerintah dan DPR-RI untuk segera membatalkan pembahasan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, karena rancangan tersebut berpotensi besar merugikan dan merampas hak-hak dasar dan kehidupan rakyat serta kedaulatan bangsa dan segera menurunkan Iuran premi BPJS Kesehatan semua kelas serta pungutan lainnya yang memberatkan rakyat.
  • Bubarkan Taman Nasional Gunung Ciremai yang menjadi landasan dijalankannya eksplorasi Geothermal yang terhubung dengan rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus segitiga Rebana dan menolak pembangunan infrastruktur yang mengabdi pada investasi serta menolak pembangunan PLTU Cirebon dan Indramayu
  • Jalankan segera Land Reform Sejati & Industrialisasi Nasional sebagai syarat Indonesia untuk berdaulat secara ekonomi dan politik terlepas dari utang dan invetasi dalam membangun n
  • Mengutuk serangan, teror, intimidasiyang dilakukan dengan cara apapun kepada kelompok masyarakat sipil yang sedang menyatakan sikap terkait dengan penolakan Omnibus Law dan kebijakan lainnya.
  • Mendesak pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk segera mengusut dan menindak tegas aktor dan motif dibalik aksi teror yang dilakukan sekelompok orang di sekertariat KASBI.
  • Menuntut kepada Presiden Jokowi serta Kapolri untuk menghormati, menjamin dan melindungi hak atas kebebasan berekspresi dan berpendapat bagi seluruh rakyat Indonesia baik yang dilakukan dalam bentuk aksi Demonstrasi ataupun bentuk lainnya dan menghentikan cara-cara anti Demokrasi untuk membungkam suara dan aspirasi rakyat indonesia

Selanjutnya, menyerukan kepada seluruh elemen gerakan rakyat untuk memperkuat persatuan diantara rakyat tertindas dan terhisap di Indonesia untuk mengobarkan perlawanan menolak dan melawan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.dengan melakukan konsolidasi besar bersama gerakan klas Buruh, Kaum Tani, pemuda mahasiswa dan rakyat tertindas lainnya secara nasional dan meluas.

 

Jayalah perjuangan rakyat  !!!

Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja !!!

 

Cirebon, 20 Februari 2020

 

Aliansi Rakyat Tolak Omnibus Law Ciptaker Cilaka

  1. AGRA JABAR
  2. LBH CIREBON
  3. KASBI JABAR
  4. FNKSDA
  5. PEMBARU CIREBON
  6. FMN KUNINGAN
  7. SERUNI CIREBON
  8. LPM FATSOEN
  9. PMII RAYON EL FAROUK
  10. FORDISMA UNTAG
  11. BASIS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebarkan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on google
Google+

SUARAKAN AKSIMU!

Ikuti terus perkembangan terbaru atas Omnibus Law di Indonesia

Simak Lebih Lengkap