Tandangan PETISI

Image Sidebar 300x200-01

ditandatangani lebih dari

75.600

dengan menandatangani petisi ini kamu telah

awasomnibuslaw.org

Waspadai Terus Omnibus Law
AYO BERSUARA SEKARANG!
KIRIM TWEET
Suarakan Aksimu!
DPR RI Segera Hentikan Pembahasan Omnibus Law dan Rencana Obral Tanah Air Indonesia
TANDATANGAN PETISI

URGENT ACTION : Hentikan Brutalitas Aparat Halangi Aksi Batalkan UU Cipta Kerja di Jakarta

9 Oktober 2020 – Sebanyak 9.236 dan 10 SSK (Satuan Setingkat Kompi) personel aparat Polisi dan TNI dikerahkan untuk mengamankan aksi penolakan UU Cipta Kerja di Jakarta, 8 Oktober 2020. Massa aksi yang turun berasal dari berbagai elemen. Lebih dari 5000 mahasiswa dan 10.000 buruh serta kelompok masyarakat lain, seperti pelajar dan petani yang datang dari berbagai daerah bergabung sebagai massa aksi. Masa aksi menyampaikan Mosi Tidak Percara kepada Pemerintah & DPR dan menuntut agar Jokowi mengeluarkan Perppu pembatalan UU Cipta Kerja.
Sekitar pukul 16.00 WIB, massa aksi yang sudah berkumpul dihalangi saat berjalan menuju istana negara. Aparat kepolisian diduga secara brutal membubarkan massa menggunakan gas air mata dan water cannon. Sebelumnya, pada pukul 15.38 polisi juga sudah memukul mundur masa aksi di Jalan Suryo Pranoto, Gambir

“Kekerasan dan Pola”

Terjadi penembakan gas air mata dan water cannon ke arah massa aksi di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, tidak jauh dari lokasi Istana Negara. Padahal, massa aksi sedang menyampaikan aspirasi secara damai. Kekerasan yang sama juga terjadi di Tugu Tani dan Harmoni. Polisi mengklaim hal itu dipicu oleh perusuh, namun Polisi justru membubarkan massa aksi secara keseluruhan.

Terdapat juga dugaan luar bahwa aparat TNI dan Polisi menyamar sebagai peserta aksi dan memancing kerusuhan berdasarkan keterangan massa aksi. Ini pola yang sama seperti aksi-aksi lain di berbagai daerah. Sebelumnya di berbagai titik menuju Jakarta, seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang, massa buruh dan mahasiswa juga dihalangi oleh aparat gabungan polisi dan TNI. Polisi menahan gerak ribuan massa aksi untuk menyampaikan aspirasi di Istana Negara yang menjadi titik aksi. Polisi juga tidak mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan aksi terhadap perwakilan peserta aksi yang menyampaikan pemberitahuan.

“Korban”

Satu (1) orang petani yang berasal dari Jawa Barat hilang, saat kerusuhan pecah di pukul 16.12 di sekitar Tugu Tani. Tiga (3) orang mahasiswa dari persma juga dilaporkan hilang usai bentrok terjadi. Sebelumnya, sejak pukul 09.00 WIB tadi, terdapat enam (6) orang mahasiswa peserta aksi yang ditangkap di Jakarta. Kemudian pada pukul 19.50 WIB, satu (1) orang jurnalis dikabarkan menghilang, dari keterangan beberapa saksi, posisi terakhir ia diamankan saat berada di sekitar Gambir. Satu hari sebelumnya di Bekasi, terdapat enam (6) orang mahasiswa dalam keadaan kritis karena kekerasan, yang secara rinci, terdapat dua mahasiswa yang kepala dan kakinya diduga ditembaki dengan peluru karet.

Yusri Yunus, Kabid Humas Polda Metro Jaya mengklaim sudah menangkap 1000 orang peserta aksi yang mereka sebut sebagai kelompok anarko perusuh. Belum jelas bukti apa yang didapat oleh kepolisian dalam menangkap 1000 orang tersebut. 1 hari sebelumnya, polisi juga sudah mengklaim menangkap 89 pelajar dan menyampaikan bahwa baru akan mencari bukti keterlibatan saat sudah menangkap. Jika tidak ada bukti baru dilepaskan.

Tindakan aparat yang tidak proporsional ini melanggar UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan Perkap No. 8 Tahun 1999 Tentang Implementasi Prinsip Hak Asasi Manusia.

“Dukungan”

Kita perlu memberikan dukungan kepada peserta aksi dan menekan agar kepolisian menghentikan dugaan tindakan kekerasannya serta melepaskan tanpa syarat peserta-peserta aksi yang ditangkap. Mohon bantuan teman teman semua untuk mengirimkan SMS maupun Whatsapp dengan format sebagai berikut:
Saya “Nama, Pekerjaan, Alamat Umum” mengecam tindakan brutalitas yang diduga dilakukan kepolisian terhadap peserta aksi menolak UU Cipta Kerja di Jakarta. Hentikan brutalitas aparat dan bebaskan tanpa syarat peserta aksi yang ditangkap. Terima kasih”

Ke nomor-nomor berikut ini:

  1. Idham Azis (Kapolri) : +62 812-1898-888
  2. Irjen Pol Nana Sudjana (Kapolda Metro) : +62 811-188-165
  3. Kombes Tubagus Ade (Dirkrimum PMJ) : +62 812-1146-789
  4. AKBP Jerry siagian (Kasubdit Jatanras) : +62 813-2810-2001
  5. AKBP Dwiasi Wiyatputera (Kamneg) : +62 812-1146-789 & +62 811-439-89

Terima kasih.
SEBARKAN!

Tim Advokasi Untuk Demokrasi
(YLBHI, KontraS, LBH Masyarakat, LBH Jakarta, LBH Pers, LBH Muhammadiyah, LBH Ansor, AMAR Lawfirm, KASBI, Paralegal Jalanan, WALHI, Jatam, Imparsial, ICJR, ELSAM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebarkan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on google
Google+

SUARAKAN AKSIMU!

Ikuti terus perkembangan terbaru atas Omnibus Law di Indonesia

Simak Lebih Lengkap